Blog

  • Trauma Usai Jadi Korban Amukan Matel! Kapolda Bantu Modal hingga Jamin Keamanan Pedagang Kalibata

    Trauma Usai Jadi Korban Amukan Matel! Kapolda Bantu Modal hingga Jamin Keamanan Pedagang Kalibata

    Polda Metro Jaya menyalurkan bantuan modal kepada pedagang di kawasan depan Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan, yang terdampak aksi balas dendam kelompok debt collector atau mata elang. Bantuan tersebut diberikan sebagai langkah awal agar pedagang dapat kembali berjualan setelah kehilangan lapak dan modal usaha.

    Koordinator pedagang Kalibata, Purwanto, mengatakan bantuan disampaikan saat pertemuan perwakilan pedagang dengan Polda Metro Jaya. Pertemuan itu dihadiri Wakapolda Metro Jaya Brigjen Dekananto Eko Purwono yang mewakili Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri. “Alhamdulillah kami tadi dipanggil ke Polda Metro. Wakapolda mewakili Kapolda Metro mengundang kami. Pertama menyampaikan prihatin dan menyampaikan permintaan maaf atas kejadian ini,” ujar Purwanto kepada wartawan, Sabtu (13/12/2025).

    Selain bantuan modal, Polda Metro Jaya juga menjanjikan pengamanan saat para pedagang kembali beraktivitas di lokasi. “Kedua, akan membekali kami pengamanan saat kami beraktivitas berjualan lagi. Alhamdulillah memberikan bantuan, seberapapun bantuan kami terima, kami ucapkan terima kasih,” katanya.

    Meski demikian, Purwanto menyebut para pedagang belum bisa langsung kembali berjualan. Selain masih trauma, sebagian besar pedagang kehilangan seluruh modal akibat kerusuhan. “Untuk kondisi pedagang saat ini, kami belum keluar dulu. Meskipun sudah kondusif, kami kehabisan modal,” ujarnya. Ia juga memastikan bantuan modal dari Kapolda Metro Jaya akan dibagikan secara adil dan transparan sesuai tingkat kerusakan masing-masing lapak. “Kami akan bagikan adil sesuai porsinya masing-masing karena kerusakannya berbeda-beda,” kata Purwanto.

    Saat ini pihaknya masih melakukan pendataan ulang pedagang untuk memastikan bantuan tepat sasaran. “Meskipun sudah ada bantuan modal dari Kapolda Metro Jaya, kami belum bisa bagikan karena ini harus transparan pembagiannya,” ujarnya. Berdasarkan data koordinator pedagang, terdapat 42 pedagang tenda bongkar pasang dan 22 pedagang permanen di kawasan tersebut. Total ada 64 tenda yang sebelumnya digunakan sekitar 40 pedagang.

    Seperti diberitakan sebelumnya, kerusuhan di Kalibata dipicu aksi balas dendam kelompok debt collector setelah dua anggotanya tewas dikeroyok anggota Yanma Mabes Polri. Peristiwa tersebut menyebabkan puluhan kios pedagang dan sejumlah kendaraan terbakar, dengan total kerugian ditaksir hampir Rp1,2 miliar.

  • Patut Diacungi Jempol 3 Srikandi Polda Metro Jaya Raih Medali di SEA Games Thailand

    Patut Diacungi Jempol 3 Srikandi Polda Metro Jaya Raih Medali di SEA Games Thailand

    Jakarta – Tiga Srikandi Polri menorehkan prestasi membanggakan dalam kancah olahraga internasional. Tiga orang polwan itu menyumbangkan medali untuk kontingen Indonesia di ajang SEA Games yang digelar di Thailand pada Desember 2025.
    Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menyampaikan pencapaian ketiga Polwan Polda Metro Jaya ini merupakan bukti nyata dukungan penuh institusi Polri terhadap pengembangan bakat anggotanya.

    “Prestasi ini diharapkan dapat memacu semangat personel Polri lainnya untuk terus berprestasi, baik dalam tugas kepolisian maupun di bidang olahraga,” kata Budi Hermanto, dalam keterangannya, Jumat (12/12/2025).
    Prestasi yang diraih itu mencakup dua cabang olahraga (cabor) berbeda, yakni Karate dan Bulutangkis. Ketiganya membuktikan tak hanya menjadi garda terdepan dalam menjalankan tugas negara, tetapi juga mengharumkan nama bangsa lewat kemampuannya di bidang olahraga.

    Dari gelanggang olahraga Karate, Indonesia berhasil mengamankan medali perunggu melalui kerja keras tim kata beregu putri. Dua personel Polri meraih podium, yakni Bripda Emilia Sri Hanandyta dan Bripda Dian Monica Nababan.

    Keduanya tampil memukau dalam kelas Kata Beregu Putri yang berlangsung pada tanggal 11 hingga 14 Desember 2025, membuktikan kedisiplinan dan fokus yang mereka peroleh selama pendidikan kepolisian sangat menunjang prestasi di dunia olahraga.

    Prestasi yang tak kalah membanggakan juga datang dari cabor Bulutangkis. Aksi tunggal Bripda Putri Kusuma Wardani mampu menyumbangkan medali perak dalam Bulutangkis ini.

    Pertandingan Bulutangkis pada SEA Games ke-33 ini berlangsung lebih awal, yaitu pada tanggal 7 hingga 10 Desember 2025. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa Polwan mampu berprestasi tinggi di tengah padatnya tugas sebagai abdi negara.

  • POLDA METRO JAYA : Langkah Kepedulian Bagi Para Siswa Korban Kecelakaan Mobil MBG Cilincing

    POLDA METRO JAYA : Langkah Kepedulian Bagi Para Siswa Korban Kecelakaan Mobil MBG Cilincing

    Jakarta – Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri menyampaikan keprihatinannya atas insiden mobil operasional Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menabrak SDN Kalibaru 01 Pagi, Cilincing, Jakarta Utara. Irjen Asep mendoakan para korban segera pulih.
    “Pak Kapolda menyampaikan rasa prihatin atas kejadian ini dan semoga anak-anak kita yang menjadi korban segera ditangani dengan baik dan pulih kembali,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto kepada wartawan, Kamis (11/12/2025).

    Budi Hermanto menyampaikan Polrres Metro Jakarta Utara juga telah menyiapkan Posko Pelayanan bari korban. Tim trauma healing juga diturunkan untuk memulihkan psikis siswa pasca-kejadian.

    “Polres Jakut sudah menyiapkan Posko Pelayanan untuk korban dan juga tim trauma healing akan turun membantu pemulihan psikis para korban,” imbuhnya.

    Lebih lanjut, Budi Hermanto mengatakan saat ini pihak kepolisian tengah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dengan melibatkan tim Traffic Accident Analyst (TAA) Ditlantas Polda Metro Jaya.

    Kapolda Metro dan Wagub DKI Jenguk Siswa SD Cilincing Ditabrak Mobil MBG
    “Dan untuk sopir yang mengendarai mobil Gran Max telah diamankan pihak kepolisian untuk dimintai keterangan atas insiden ini,” imbuhnya.

    Tercatat ada 20 korban dalam insiden tersebut. Dari 20 orang tersebut, 19 orang siswa dan 1 orang guru.

    Dari 20 orang yang menjadi korban, sebanyak 19 orang masih dirawat dan 1 orang telah dipulangkan. Untuk korban yang dirawat, sejumlah 5 orang di RSUD Koja dan 14 korban di RSUD Cilincing.

    “Kami berharap masyarakat tetap tenang dan selektif dalam menerima informasi yang beredar, Polda Metro Jaya akan selalu memberikan informasi terkini terkait peristiwa ini,” tuturnya.

    Sebelumnya, Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang telah buka suara terkait kecelakaan itu. Nanik mengatakan Sony Sanjaya yang juga menjabat Wakil Kepala BGN sedang merapat ke lokasi kejadian.

    “Saya meluncur ke TKP, bu,” kata Nanik kepada detikcom menirukan ucapan Sony kepadanya, Kamis (11/12).

  • Imbauan Polda Metro Jaya usai Kebakaran Gedung Terra Drone yang Tewaskan 22 Orang

    Imbauan Polda Metro Jaya usai Kebakaran Gedung Terra Drone yang Tewaskan 22 Orang

    imbauan-polda-metro-jaya-usai-kebakaran-gedung-terra-drone-yang-tewaskan-22-orang
    Kondisi Gedung Terra Drone di Kemayoran, Jakarta Pusat pada Rabu (10/12/2025), setelah hangus terbakar pada Selasa (9/12/2025). (Sumber: ANTARA/Khaerul Izan)

    Kepala Sub Bidang Penerangan Masyarakat (Penmas) Polda Metro Jaya AKBP Reonald Simanjuntak menyampaikan imbauan kepada masyarakat usai terjadinya kebakaran Gedung Terra Drone di Cempaka Baru, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (9/12/2025), yang menewaskan 22 orang.

    Imbauan itu disampaikan agar kejadian serupa tidak terulang lagi.

    “Imbauan, kembali kami ingatkan kepada seluruh masyarakat agar tidak terulang lagi kejadian seperti ini, selalu meningkatkan waspada. Jangan sampai (terjadi lagi). Cek lagi segala sesuatu, perangkat yang ada di rumah kita, jangan sampai ada hubungan pendek,” ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (10/12/2025), dipantau dari Breaking News KompasTV.

    Reonald menyebut, ketika sedang istirahat bekerja atau saat kembali dari kantor, masyarakat diimbau memastikan seluruh perangkat elektronik sudah mati.

    Ia juga mengimbau masyarakat mengecek kembali kompor dan memastikan apinya sudah mati sebelum ditinggalkan.

    “Pastikan kondisi ruangan kerja atau rumah pada saat kita tinggal itu betul-betul safety dan aman sehingga tidak terjadi lagi korban-korban atau kejadian seperti ini,” tambahnya.

    Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro menjelaskan, kejadian berawal sekitar pukul 12.30 WIB di lantai satu gedung tersebut.

    “Pada sekitar pukul 12.30 memang ada baterai di lantai 1, itu yang terbakar,” kata dia, Selasa.

    “Kemudian sempat dipadamkan oleh karyawan, kemudian ternyata baterai bakar ini menyebar karena di lantai satu ini adalah salah satu tempat gudangnya,” tambahnya.

    Saat itu, menurut keterangannya, sebagian karyawan sedang berada di luar kantor karena waktu istirahat makan siang. Namun, sebagian lainnya beristirahat di lantai atas kantor.

    “Kemudian karyawan yang pada saat itu sedang istirahat makan, sebagian berada keluar, sebagian lagi itu semuanya naik atau sedang istirahat di lantai 2, 3, sampai lantai 6,” jelasnya.

    Berdasarkan keterangan Susatyo sebelumnya, korban meninggal karena kebakaran ini mencapai 22 orang.

    “Jadi, terkait dengan peristiwa kebakaran di Terra Drone ini, saat ini sudah pukul 17.00 WIB, terakhir angka korban adalah 22 (jiwa), di mana 7 orang laki-laki dan 15 orang perempuan,” ujarnya di Kemayoran, Selasa sore.

    Pada Rabu, Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat I Pusdokkes Polri Brigjen Prima Heru Yulihartono menyatakan ke-22 jenazah korban kebakaran telah berhasil diidentifikasi.

    “Jumlah korban yang dilaporkan oleh pihak keluarga 22 orang dan pada pukul 15.30 WIB tadi, kami sudah melaksanakan rekonsiliasi yang ketiga untuk menentukan identitas korban, dan 12 jenazah telah kembali berhasil kita identifikasi,” katanya dalam konferensi pers di Jakarta.

  • Waspada Penipuan Berkedok Dana Hibah : Polda Metro Jaya Ajak Masyarakat Perkuat Literasi Digital dan

    Waspada Penipuan Berkedok Dana Hibah : Polda Metro Jaya Ajak Masyarakat Perkuat Literasi Digital dan

    Waspada Penipuan Berkedok Dana Hibah : Polda Metro Jaya Ajak Masyarakat Perkuat Literasi Digital dan

    Polda Metro Jaya kembali mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap informasi hoaks yang tengah beredar luas di media sosial maupun aplikasi pesan instan. Salah satu yang menjadi sorotan adalah berita palsu terkait pencairan dana hibah Bank BSI, yang menyebutkan bahwa Bank Syariah Indonesia mengundang masyarakat untuk mengambil dana hibah dalam jumlah tertentu. Setelah dilakukan pengecekan dan klarifikasi dengan pihak terkait, dipastikan bahwa informasi tersebut tidak benar dan merupakan hoaks yang berpotensi menipu masyarakat.

    Pihak Bank BSI telah menegaskan bahwa mereka tidak pernah mengeluarkan undangan pencairan dana hibah melalui pesan berantai atau mekanisme apa pun. Pesan yang beredar tersebut merupakan bagian dari modus penipuan yang memanfaatkan ketidaktahuan masyarakat dengan iming-iming bantuan uang. Modus ini sering kali disertai permintaan data pribadi, pembayaran biaya administrasi palsu, atau tautan berbahaya yang dapat mencuri informasi komersial dan pribadi. Dengan tampilan pesan yang dibuat seolah resmi, tidak sedikit yang berpotensi terjebak jika tidak berhati-hati.

    Melihat tren penipuan digital yang semakin canggih, Polda Metro Jaya mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya dan tidak tergesa-gesa menyebarkan informasi keuangan yang diterima. Setiap informasi mengenai bantuan, pencairan dana, atau program lembaga resmi harus diverifikasi melalui kanal resmi seperti situs web, call center, atau kantor layanan terdekat. Dengan bersikap kritis dan cermat, masyarakat dapat mencegah diri dan orang lain menjadi korban kejahatan siber.

    Apabila masyarakat menemukan indikasi penipuan, menerima pesan yang mencurigakan, atau menemukan tautan yang berpotensi merugikan, segera lakukan dokumentasi dan laporkan kepada kepolisian. Polda Metro Jaya menyediakan Layanan Polisi 110 yang dapat dihubungi kapan saja untuk memberikan informasi, pengaduan, ataupun bantuan terkait keamanan.

    Ingatlah pesan penting yang berguna dalam menghadapi maraknya hoaks: “Simpan aja dulu, siapa tahu butuh.”
    Simpan informasi, verifikasi kebenarannya, dan pastikan Anda tidak ikut menyebarkan kabar palsu yang bisa menimbulkan keresahan.

    Polda Metro Jaya tetap berkomitmen mengedepankan pelayanan yang presisi dan humanis dalam menjaga keamanan informasi di tengah masyarakat. Mari bersama-sama mencegah penyebaran hoaks, menghentikan penipuan, dan mewujudkan ruang digital yang aman, sehat, dan terpercaya.

    #kapoldametrojaya
    #poldametrojaya
    #polriuntukmasyarakat
    #JagaJakarta+

     

  • Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman Minta Polda Metro Jaya Usut Motif 3 Penghasut Rencanakan Aksi Rusuh

    Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman Minta Polda Metro Jaya Usut Motif 3 Penghasut Rencanakan Aksi Rusuh

    Jakarta – Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman meminta Polda Metro Jaya mengedepankan asas praduga tak bersalah dalam menangani tiga pria berinisial BDM, TSF, dan YM yang ditangkap lantaran diduga melakukan penghasutan kerusuhan di Jakarta pada Desember 2025. Ia berharap proses yang dilakukan oleh Polda sesuai dengan hukum yang berlaku.
    “Kita minta agar prosesnya dilakukan sesuai dengan hukum, dengan ketentuan hukum yang berlaku mau mengedepankan praduga tak bersalah,” kata Habiburokhman di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (8/12/2025).

    Wakil Ketua Umum (Waketum) Gerindra ini mengingatkan aparat penegak hukum hati-hati dalam memproses para terduga pelaku. Ia menyoroti ada bahan peledak yang ditemukan pihak polisi.

    “Melakukan penghasutan bukan hanya unjuk rasa yang sifatnya rusuh tetapi sampai ke penggunaan bahan-bahan peledak, bahan peledak yang memang sebetulnya masuk dalam kategori sangat dilarang untuk digunakan,” katanya.

    Legislator Gerindra ini menilai penghasutan untuk melakukan kerusuhan di Jakarta jelas membahayakan warga negara. Ia menilai dampak yang dilakukan oleh pelaku bisa meluas.

    “Membahayakan masyarakat kita, bayangkan yang terjadi tentu bisa sangat mengerikan ada kerumunan orang berkumpul lalu terjadi penggunaan bahan-bahan peledak yang bisa membahayakan banyak orang,” ucapnya.

    Habiburokhman meminta polisi mendalami motif dari para pelaku. Aparat diminta tidak segan menindak tegas para pelaku jika memang ditemukan bukti yang mengarah upaya penghasutan.

    “Itu perlu didalami, apabila memang ada informasi adanya orang-orang yang melakukan penggalangan pada kelompok orang lainnya untuk melakukan unjuk rasa rusuh dengan menggunakan bahan peledak,” ujar Habiburokhman.

    “Jadi kalau memang ada yang ditangkap, kita yang pertama jangan sampai salah tangkap, yang kedua hak-haknya dipenuhi orang yang ditangkap,” tambahnya.

    Polda Tangkap 3 Penghasut
    Polda Metro Jaya menangkap tiga pria berinisial BDM, TSF, dan YM, yang diduga melakukan penghasutan kerusuhan di Jakarta. Mereka diduga menghasut massa melalui media sosial untuk melakukan kerusuhan pada Desember ini.

    “Pengancaman melalui media sosial, merencanakan aksi kerusuhan di wilayah DKI serta pembuatan bom molotov,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto dalam konferensi pers, Senin (8/12/2025).

    Kasus ini terungkap berdasarkan patroli Direktorat Siber Polda Metro Jaya lalu ditindaklanjuti oleh Satgas Penegakan Hukum. Para tersangka diduga merencanakan dan mengajak untuk melakukan kerusuhan pada aksi unjuk rasa yang akan digelar di Jakarta pada bulan ini.

    “Polda Metro Jaya hadir dalam upaya penegakan hukum menjaga keteraturan sosial sehingga tindakan ini dilakukan gunanya untuk menciptakan rasa aman dan tertib di Polda Metro Jaya,” tuturnya.

    Wadir Siber Polda Metro Jaya AKBP Fian Yunus menambahkan, para tersangka ditangkap di tiga wilayah, yakni di Jakarta Pusat, Bekasi, dan Bandung. Polisi juga menyita barang bukti, termasuk bom molotov yang akan digunakan saat kerusuhan.

    “Rencana untuk membuat rusuh, ada beberapa molotov yang disiapkan untuk tujuan tersebut,” kata AKBP Fian

  • Ormas di Jakarta Dukung Polda Metro Tindak Penghasut Rencanakan Aksi Rusuh

    Ormas di Jakarta Dukung Polda Metro Tindak Penghasut Rencanakan Aksi Rusuh

    Ormas di Jakarta Dukung Polda Metro Tindak Penghasut Rencanakan Aksi Rusuh

    Jakarta – Polda Metro Jaya mengungkap kasus penghasutan untuk melakukan aksi rusuh di Jakarta pada bulan ini. Sejumlah organisasi kemasyarakatan (ormas) di Jakarta mendukung langkah Polda Metro menindak pelaku.


    “Kalau Jakarta tidak kondusif, yang pertama terdampak adalah kami, keluarga kami, anak dan istri kami. Jadi, menjaga kamtibmas sudah menjadi kewajiban ormas,” kata Ketua DPD BPPKB Banten DKI Jakarta, Adi Kurnia Setiadi dalam keterangannya, Senin (8/12/2025).

    Dia mengajak seluruh ormas untuk memastikan Jakarta tetap aman. Dia mendukung penindakan terhadap para terduga pelaku anarkisme.

    Komisi III DPR Minta Polisi Usut Motif 3 Penghasut Rencanakan Aksi Rusuh
    “Siapapun yang ingin membuat kekacauan, melakukan terorisme, premanisme, arogan, kami mengecam keras,” ujarnya.

    Senada, Ketua Umum Forum Lintas Ormas (FLO) DKI Jakarta, Juwaini Yusuf menambahkan pihaknya siap membantu Polda Metro Jaya untuk menjaga kondusivitas. Mereka berharap sinergi antara masyarakat, ormas, dan aparat keamanan terus diperkuat, demi menjaga Jakarta tetap damai dan aman.

    “Kita menolak segala kegiatan yang membuat Jakarta tidak aman dan tidak kondusif. Kalau ada aksi yang tidak bertanggung jawab, kita lawan,” tuturnya.

    Kronologi Pengungkapan Kasus
    Kasubdit III Ditressiber Polda Metro Jaya AKBP Rafles Langgak Putra Marpaung menjelaskan kasus terungkap setelah penyidik Ditressiber melakukan patroli siber. Saat itu didapati unggahan teror di Instagram @bahanpeledak dengan latar belakang foto Wisma DPR.

    “Menampilkan kalimat pengancaman dengan kalimat ‘kita adalah bayang-bayang yang kalian takuti dan kita adalah teror’. Kemudian story berikutnya adalah, ‘Wisma lo udah gue teror kali aja kantor lo mau gue teror juga’,” kata Rafles.

    Polisi lalu melakukan pengembangan dan menangkap admin akun tersebut berinisial BDM di Kemayoran, Jakarta Pusat pada Sabtu (7/12) dini hari. Polisi juga menyita bom molotov dari pelaku.

    Polisi melakukan pengembangan dan mengamankan TSF di hari yang sama di Pondok Melati, Kota Bekasi. Berdasarkan penyelidikan, BDM mengaku membuat molotov atas pesanan TSF. Polisi menyita masker gas respirator hingga ponsel dari TSF.

    Kasubdit IV Ditres Siber Polda Metro Jaya AKBP Herman Edco Wijaya Simbolon menambahkan, tersangka YM ditangkap di Bandung, Jawa Barat (Jabar). Dia ditangkap setelah mengunggah postingan yang berisikan bahan peledak untuk aksi rusuh nantinya.

  • Tiga Terduga Provokator saat Demo di Jakarta Ditangkap Polda Metro Jaya

    Tiga Terduga Provokator saat Demo di Jakarta Ditangkap Polda Metro Jaya

    Jakarta – Polda Metro Jaya menangkap tiga pria berinisial BDM, TSF, dan YM, yang diduga melakukan penghasutan kerusuhan di Jakarta. Mereka diduga menghasut massa melalui media sosial untuk melakukan kerusuhan pada Desember ini.
    “Pengancaman melalui media sosial, merencanakan aksi kerusuhan di wilayah DKI serta pembuatan bom molotov,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto dalam konferensi pers, Senin (8/12/2025).


    Kasus ini terungkap berdasarkan patroli Direktorat Siber Polda Metro Jaya lalu ditindaklanjuti oleh Satgas Penegakan Hukum. Para tersangka diduga merencanakan dan mengajak untuk melakukan kerusuhan pada aksi unjuk rasa yang akan digelar di Jakarta pada bulan ini.

    “Polda Metro Jaya hadir dalam upaya penegakan hukum menjaga keteraturan sosial sehingga tindakan ini dilakukan gunanya untuk menciptakan rasa aman dan tertib di Polda Metro Jaya,” tuturnya.

    Wadir Siber Polda Metro Jaya AKBP Fian Yunus menambahkan, para tersangka ditangkap di tiga wilayah, yakni di Jakarta Pusat, Bekasi, dan Bandung. Polisi juga menyita barang bukti, termasuk bom molotov yang akan digunakan saat kerusuhan.

    “Rencana untuk membuat rusuh, ada beberapa molotov yang disiapkan untuk tujuan tersebut,” kata AKBP Fian.

  • Tim SAR Polri : Komitmen Tak Kenal Lelah Tim SAR Korpolairud di Garis Depan Bencana

    Tim SAR Polri : Komitmen Tak Kenal Lelah Tim SAR Korpolairud di Garis Depan Bencana

    Tim SAR Polri : Komitmen Tak Kenal Lelah Tim SAR Korpolairud di Garis Depan Bencana

    Di garis depan bencana, tim SAR Korpolairud berdiri bukan karena kami tidak punya rasa takut atau lelah, tetapi karena kami tahu ada orang lain yang kehilangan lebih besar dari kami. Kami meninggalkan keluarga di rumah, karena di sini ada ayah, ibu, anak, dan saudara-saudara kita yang sedang berjuang menata hidupnya kembali.

    Kami mungkin bukan jawaban atas semua luka, keberadaan kami mungkin terlihat kecil di tengah besarnya duka. Tapi satu hal yang bisa kami janjikan: kami tidak akan diam. We will keep moving, we will keep showing up. supaya tak ada yang merasa ditinggalkan. Negara hadir bukan hanya lewat seragam, tapi lewat setiap tangan yang terulur dan setiap hati yang ikut merasakan pedihnya kehilangan.

    Letih, perih, dan lelah ini suatu hari akan terbayar. bukan dengan penghargaan, tetapi dengan melihat satu demi satu saudara kita bisa tersenyum lagi. This too shall pass. The storm will not last forever. Ayo, kita bergandeng tangan, berjuang bersama. Because we are stronger together.

  • Begini Semangat Polri Berpacu dengan Waktu Begini Semangat Polri  Layani Kesehatan Korban Bencana Aceh, Sumut, dan Sumbar

     

    Begini Semangat Polri Berpacu dengan Waktu Begini Semangat Polri  Layani Kesehatan Korban Bencana Aceh, Sumut, dan Sumbar

     

    Aceh Tamiang, 6 Desember 2025 — Polri kembali menunjukkan komitmen kemanusiaannya melalui penguatan layanan kesehatan di wilayah bencana. Di tengah jalan yang rusak, jembatan terputus, serta wilayah tanpa sinyal, Tim Kesehatan Pusdokkes Polri bersama tim medis Biddokkes Polda Jambi dan RS Bhayangkara Jambi tiba di Pos Bencana depan Mako Polres Aceh Tamiang pukul 17.00 WIB. Minimnya komunikasi membuat perjalanan penuh tantangan, namun tim tetap bergerak cepat untuk memastikan masyarakat menerima layanan kesehatan sesegera mungkin. Setibanya di lokasi, mereka langsung memperkuat pelayanan kesehatan di tengah meningkatnya korban luka dan kondisi rumah sakit yang sempat lumpuh akibat banjir. Banyak fasilitas kesehatan baru kembali beroperasi secara bertahap, namun masih kekurangan tenaga. Polri berpacu dengan waktu menangani korban luka, mendukung proses identifikasi korban meninggal, dan mengantisipasi penyakit pasca-banjir seperti diare, ISPA, infeksi kulit, gangguan lambung, dan berbagai keluhan lain yang mulai muncul di pos-pos pengungsian.

    Tim Kesehatan Biddokkes dan RS Bhayangkara Jambi yang diberangkatkan menuju wilayah terdampak bencana terdiri dari tiga dokter, enam paramedis, dan tiga pengemudi dengan dukungan tiga unit ambulans. Pada Sabtu, 6 Desember 2025 pukul 09.00 WIB, tim ini bergabung dengan dr. Irma Yeni, Sp.A., serta dr. Ikhsan, Sp.PD., sebelum bergerak menuju wilayah Polda Aceh. Seluruh personel dalam keadaan sehat, dan perjalanan berlangsung lancar serta aman hingga memasuki daerah terdampak.

    Tim Polda Jambi merupakan salah satu dari tim kesehatan yang diberangkatkan Pusdokkes Polri dan kini disebar ke tiga lokasi bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Kehadiran mereka melengkapi rangkaian upaya Polri dalam memastikan setiap wilayah terdampak mendapat dukungan medis yang memadai. Dengan pengiriman tim secara serentak ke berbagai titik bencana, Polri membangun jembatan pelayanan kesehatan yang saling terhubung, sehingga daerah yang beban penanganannya meningkat dapat segera diperkuat. Penyebaran tenaga kesehatan lintas provinsi ini memperlihatkan bahwa operasi kemanusiaan Polri tidak hanya berfokus pada satu wilayah, tetapi bergerak serempak untuk menjangkau seluruh masyarakat yang membutuhkan, dengan perhitungan cermat demi memaksimalkan kecepatan dan kekuatan dalam menembus kondisi medan yang sulit.

    Seiring operasi kemanusiaan berlangsung, total 12.242 warga telah mendapatkan pelayanan dalam bakti kesehatan Polri di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Lonjakan pasien ini menunjukkan betapa mendesaknya kebutuhan layanan medis pasca banjir dan longsor. Berbagai penyakit mulai banyak ditemui, seperti diare, influenza, demam, hipertensi, serta gangguan asam lambung. Tak sedikit pula korban luka berat dan ringan yang ditangani setelah dievakuasi oleh tim SAR dari lokasi-lokasi yang sulit dijangkau. Kombinasi penyakit pasca-bencana dan luka fisik akibat evakuasi membuat tenaga medis Polri bergerak cepat dan tanpa henti untuk mencegah kondisi pasien memburuk.

    Aceh menjadi wilayah dengan dampak korban paling tinggi. Hingga 6 Desember 2025, tercatat 2.481 jiwa menjadi korban bencana dengan mayoritas luka ringan, sementara jumlah korban meninggal dunia mencapai 356 jiwa—tertinggi dibandingkan wilayah lain. Kondisi ini menuntut respons cepat dan tenaga medis yang memadai untuk memastikan penanganan darurat berjalan optimal.

    Di Sumatera Barat, beban layanan medis meningkat signifikan. Posko pelayanan kesehatan telah menangani 7.153 pasien, jumlah tertinggi di antara seluruh wilayah terdampak. Keluhan pasien sangat beragam, mulai dari demam, batuk, flu, sakit gigi, gatal-gatal, asam lambung, nyeri perut, mual, diare, sakit kepala, hingga hipertensi. Lonjakan ini memperlihatkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap layanan kesehatan pasca-banjir dan menguatkan alasan Polri memperbanyak pengiriman tenaga medis.

    Untuk memperkuat operasi kemanusiaan, Polri mengerahkan 34 personel DVI untuk identifikasi korban meninggal, 12 personel psikologi untuk layanan trauma healing, serta setidaknya 86 ambulans yang disiagakan di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Hingga 6 Desember 2025 pukul 16.30 WIB, perkembangan layanan kesehatan menunjukkan hasil signifikan. Di Aceh, 25 jenazah berhasil teridentifikasi dan 209 pengungsi telah mendapatkan layanan kesehatan. Di Sumatera Utara, 97 pengungsi telah mendapat penanganan medis, sementara di Sumatera Barat, satu jenazah berhasil diidentifikasi dan 287 pengungsi telah dilayani. Secara keseluruhan, 1.243 personel Polri telah dikerahkan dalam operasi kemanusiaan, meliputi pengamanan, layanan medis, DVI, hingga distribusi logistik, sedangkan jumlah pengungsi dari tiga provinsi terdampak mencapai 848.076 orang.

    Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko menegaskan bahwa Polri bergerak melampaui hambatan medan. “Perjalanan tim kesehatan kami bukan hanya soal menembus jalur yang rusak, tetapi memastikan masyarakat tidak menunggu terlalu lama untuk mendapatkan pertolongan. Setiap menit sangat berarti bagi penyelamatan warga,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa Polri berpacu dengan waktu karena korban luka terus berdatangan dan risiko penyakit pasca-banjir mulai meningkat. “Polri hadir memperkuat layanan kesehatan dan bahu-membahu bersama relawan serta pemerintah daerah. Tidak peduli seberapa sulit aksesnya, Polri berkomitmen hadir hingga titik terdampak terakhir. Inilah wujud Transformasi Polri dalam operasi kemanusiaan.”